DP beli motor-mobil naik, macet berkurang??

27 Mar 2012

b8398999068fcbc8358786ef2c31193c_qwetfrqweSaya baca didetik.com : kadin minta dp/ uang muka pembelian kendaraan bermotor dinaikan ke 20% agar minat beli motor/ mobilberkurang dan macet bisaberkurang.

Kalo bicara menanggulangi macet benar bisa seperti itu, diredam laju penjualan mobil/motor agar macet terutama di ibukota dan sekitarnya. Tahun lalu industri mobil kita sudah melewati Thailand dalam jumlah penjualan setahunnya.

Bayangkan nyaris 1 juta bisa terjual tahun lalu, Thailand saya dengar sudah biasa sekitar 700 -800 ribu an unitpertahunnya. Bila ekonomi kitatetap kuattak tergoyahkan walau dunia masih resesi, angka 1 juta unit terjual bisa terlewati. Dan taukah anda bila penjualan kendaraan bermotor itu diserap di ibukota dan sekitarnya lebih dari 50%.

Bolehlah ide menaikkan uang muka ini bisa menjadi solusi, yg jelas menaikkan pajak kendaraan atau bahan baku importnya tidak mungkin bisa. Karena apa, coba? karena menurut saya para bos pabrik mobil itu punya asosiasi yg siap menyogok aturan itu ke pemerintah …. heheee negative thinking melulu.

Dan kendaraan motor juga luar biasa penjualannya, Honda saja setahun bisa beberapa juta unit kendaraan, belum lagi Yamaha yg notabenenya selalu menempel ketat dengan penjualan Honda motor.

Kalo kata bpk Sutiyoso mantan gubernur Jakarta, kecepatan pertumbuhan pembangunan jalan2 diibukota hanya nol koma sekian. Sangat dimungkin kan terjadi macet total/ locked/ terkunci jalanan di thn 2014 ini. Itu prediksi tim pemkot di tahun 2003 saat ada ide transJakarta.

bb70913b0209ee8dd900e7ab196ae8fe_imagesca9d93acMakanya dipaksakan ide busway itu di luncurkan walau banyak kontroversi dan pastinya banyak korupsi juga. Sekarang fans busway juga terus menanjak, sejalan dengan terus makin macetnya jalanan di ibukota.

Kembali ke uang muka kendaraan baru, jadi bila motor harganya 10 juta, uang mukanya berarti kan 2juta rupiah. Bandingkan sekarang di mal2 kita sering lihat uang muka hanya dengan uang kecil 500ribu saja bisa naek motor baru.

Malah isunya kalo lebaran banyak orang mudik pake motor baru, setelah kembali ke ibukota tidak diterusin kreditnya karena sudah dipake mudik murah motor baru, ortu di kampung bangga anaknya motor baru terus tiap tahun mudik. Dengan modal 500rb bisa mudik tanpa keluar duit kalo naik bis bisa 500rb pulang pergi, kalo sudah nikah anak istri bayar bisa jauh lebih banyak yg duit keluar, jadi ambil kredit motor itu untuk menghindari biaya transportasi mudik yg ternyata lebih murah ambil kredit dan di balikan motornya atau distop cicilannya biar motor ditarik kantor kreditnya.

Kalo mobil mungkin tidak segitu mudahnya, tapi bila uang muka dinaikan 20% brarti harga mobil 200juta harus membayar 40juta biar bisa ambil kredit mobil yg baru. Ide ini lumayan brilian, menghindari kredit macet juga dan mengurangi macet kota juga, walau sedikit mungkin efeknya di jangka panjang, bagaimana menurut anda?


TAGS macet jakarta ibukota jakarta uang muka down payment beli motor beli mobil baru penjualan mobil 2011 produksi motor


-

Author

Follow Me