Ranjau buat lawan, kawan, termasuk keluarga sendiri

7 May 2012

Minggu lalu pagi2 saya lihat ada beberapa anak muda yg memakai pakaian almamater suatu kampus/ sekolah berjalan di tengah jalan, tepatnya di pemisah jalan yg berada persis ditengah, sambil membawa tongkat besi yg ujungnya benda keras. Agak lama saya berfikir ternyata tongkat yg dibawa anak2 itu adalah untuk membawa magnet ukuran besar yg digunakan untuk menangkap paku2 yg sering disebar oleh bisnis man yg dilakukan untuk usaha2 tambal ban rekan2 nya satu genk.

Anak2 ini sudah memberi contoh kebaikan. Setidaknya menunjukan tanggung jawab sosialnya ke publik ramai pagi hari. Di hari berikutnya ada lagi anak2 yg ternyata lebih banyak membawa spanduk anti ranjau paku. Tapi saya kurang lengkap membaca spanduk mereka ini. Kalo spanduk itu merupakan himbauan untuk berhati2 mungkin mengena, tapi kalau malah itu nasehat agar para penyebar celaka itu kok kurang mengena. Mereka penyebar ranjau paku itu kan sengaja dengan kesadarannya membuat jebakan2 yg pastinya sangat merugikan orang banyak.

13a9f2c3f0721ecdf9770c2a9faf6cce_photo0133Saya sendiri sudah lebih dari 5 kali kena paku di jalan raya. Terakhir malah di bengkeltambal bannya punyapaku yg sejenis persis yg masih disimpan di tumpukan perkakas bengkel, yg menyimpulkan baru aja ada korban lainnya. Awalnya menurut cerita rekan2 di bekasi ada daerah yg tiap pagi ada pak polisi yg melakukan hal yg sama diikuti para pelajar2 tadi itu menyapu ranjau di jalan2 raya. Dari situ anak2 ini tergoda untuk mempromosikan kegiatan baik ini sebagai contoh maupun aksi bahwa mereka juga peduli.

Kepedulian yg seperti ini yg sangat baik efeknya bila semakin banyak orang melakukan rasa peduli. Apalagi di kota besar yg orangnya kurang peduli, publikasi kegiatan2 peduli masyarakat sebaiknya terus di tunjukan agar kita semua makin sadar akan kepedulian sesama. Dan khususnya untuk kasus ranjau paku ini, sebaiknya ada aparat atau pun apalah yg menindaklanjuti menyeluruh para penyebar paku di jalan2 besar. Jangan sampai hukuman masa yg membudaya di negeri kita. Akibat aparat kurang sigap atau kurang tenaga , kejahatan santai saja dilakukan para orang2 yg iseng atau malahan cari nafkahnya justru memang pencuri, perampok, pemeras dll.

Kemana harus mengadu kalau iklim hukum kita compang camping dgn penuh isu sogok dan ketidakadilan. Mari kita saling mengingatkan dan menghimbau untuk peduli sesama.


TAGS ranjau paku tambal ban sindikat perampok pencurian mobil kegiatan sekolah masyarakat peduli bisnis tambal ban ban bocor


-

Author

Follow Me